tyasblog

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Tuesday, December 29, 2009

Mengenal Tumbuhan Herbal (A)

1.Nama :
Adas (nama lain: Hades, Adhas, Adhas pedas, Adhas kowei) / Funiculum vulgare Mill
Tempat tumbuh, jenis, sifat, keadaan, dll :
Tumbuh liar di hutan-hutan. Banyak juga yang ditanam orang di kebun-kebun. Tumbuhan berumpun dan bergetah. Tingginya sampai 1,5 m. Daunnya berbentuk jarum. Bunganya majemuk berbentuk payung, warnanya kuning. Tumbuhan ini mengandung minyak terbang, terutama terdiri dari anetol.
Pelbagai macam penyakit yang biasa diobati dengan tumbuhan ini :
Perut sakit, batuk, sariawan, batuk rejan, susah tidur, haid tidak teratur, weil(bijinya), asma, masuk angin (minyaknya), dll dimasukkan dalam ramuan.


2.Nama :
Akar Wangi (nama lain: Lorosetu, Narawastu, Haplas, Akar babahu, Usar jamur) / Adropogon squarosus Linn, a-maricatus Retz, a-zizaniedes Urban
Tempat tumbuh, jenis, sifat, keadaan, dll :
Tumbuh liar di hutan-hutan. Banyak juga yang ditanam orang di daerah-daerah pegunungan (Garut, Wonosobo). Tumbuhan berumpun, tingginya sampai 2,5 m. Bertangkai panjang dan berdaun kelabu. Bunganya berwarna hijau atau ungu. Akarnya serabut, tumbuhnya tak beraturan, warnanya merah perang (merah tua), baunya harum sedikit apak. Ia mengandung minyak terbang.
Pelbagai macam penyakit yang biasa diobati dengan tumbuhan ini :
Napas yang berbau, encok (akarnya).


3.Nama :
Alang - Alang (nama lain: Halang, Ambengan, Kambengan, Lalang, Ilalang, Eurih) / Imperata Spec. div.
Tempat tumbuh, jenis, sifat, keadaan, dll :
Tumbuh liar di hutan dan di ladang - ladang, terutama di tempat yang dibiarkan tandus. Tumbuhan berumpun. Tingginya sampai 2 m. Daunnya berbentuk pita. Bunganya bulir majemuk, warnanya putih, mudah diterbangkan oleh angin karena ringan.
Pelbagai macam penyakit yang biasa diobati dengan tumbuhan ini :
Kencing beser, demam, luka-luka, tekanan darah tinggi, urat saraf lemah, kencing nanah, rajasinga (akarnya).


4.Nama :
Anggrek Merpati (nama lain: Anggrek bawang, Bunga angin) / Denrobium Crumenatum Sw.
Tempat tumbuh, jenis, sifat, keadaan, dll :
Tumbuh liar menempel pada pohon lain (johar, kenari, mempelam, dll). Berumbi semu, gunanya untuk menyimpan air. Bunganya putih bersih dan berbau agak harum. Daunnya berbentuk lonjong. Tumbuhan ini mengandung zat alkaloida.
Pelbagai macam penyakit yang biasa diobati dengan tumbuhan ini :
Radang anak telinga (getahnya).


5.Nama :
Arairut (nama lain: Irut, Garut, Jlarut, Angkrih, Larut patat sagu, Arut, Salarut) / Maranta arundinaceae Linn
Tempat tumbuh, jenis, sifat, keadaan, dll :
Banyak ditanam orang di pekarangan-pekarangan. Daunnya berbentuk lonjong. Bunganya berwarna putih. Bonggol akarnya panjang-panjang dan berbuku-buku. Bonggol itu berselaput tipis dan mudah dikelupaskan, didalamnya banyak terkandung amylum marantae (pati arairut) dan garam fosfat.
Pelbagai macam penyakit yang biasa diobati dengan tumbuhan ini :
Mencret (pati/acinya).


6.Nama :
Asam (nama lain: Asem, Acem, Kiu, Cempa) / Tamarindus indica Linn
Tempat tumbuh, jenis, sifat, keadaan, dll :
Tumbuh liar di daerah-daerah pantai. Banyak juga yang ditanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Daunnya bersirip genap. Setiap tahun antara bulan September – Oktober daun-daun itu luruh berganti daun baru (sinom). Bunganya berwarna kuning. Buahnya buah polong, mengandung vitamin A, zat gula, selulosa dan asam-asam yang terikat oleh kalium.
Pelbagai macam penyakit yang biasa diobati dengan tumbuhan ini :
Encok, borok, bisul, eksema, koreng (daunnya), demam, mencret, sariawan, demam nifas, jerawat, gabak, cacar air, cacar sapi, urat saraf lemah (daging buahnya), dll dimasukkan dalam ramuan.


7.Nama :
Awar - Awar (nama lain: Bharabhar, Kiciat) / Ficus septica Bur
Tempat tumbuh, jenis, sifat, keadaan, dll :
Tumbuh liar di hutan dan di ladang-ladang. Daunnya berbentuk lonjong. Buahnya bulat-bulat dan banyak mengandung getah.
Pelbagai macam penyakit yang biasa diobati dengan tumbuhan ini :
Bisul (daunnya), bengkak (getahnya).


8.Nama :
Atpokat (nama lain: Atvokat, Pokat) / Persea gratissima Gaertu
Tempat tumbuh, jenis, sifat, keadaan, dll : Tumbuh liar di hutan-hutan. Banyak juga yang ditanam orang di pekarangan-pekarangan. Daunnya berbentuk lonjong. Buahnya yang telah masak banyak mengandung zat lemak, gula, garam fosfat, vitamin B1 dan vitamin C (sedikit).
Pelbagai macam penyakit yang biasa diobati dengan tumbuhan ini :
Sariawan (daging buahnya).

Labels:

Saturday, March 29, 2008

Bayam Cegah Batu Empedu

Mungkin hanya sedikit saja dari kita yang mempedulikan batu empedu. Padahal, setiap orang hampir pasti akan mengalaminya dan bukan mustahil akan mendapat masalah batu empedu di suatu saat nanti.

Terbentuknya batu empedu merupakan salah satu kelainan utama yang timbul pada kandung dan saluran empedu. Batu empedu terjadi karena perubahan kimiawi pada empedu seseorang. Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol, pigmen bilirubin dan garam kalsium yang mengeras, namun kebanyakan batu kandung empedu terbentuk dari kolesterol.

Pada kantung empedu, batu dapat menyebabkan peradangan yang disebut kolestitis akut, hal ini karena adanya pecahan batu empedu di dalam saluran empedu yang menimbulkan rasa sakit. Batu-batu yang melalui kantong empedu dapat menyangkut di dalam hati dan saluran empedu, sehingga menghentikan aliran dari empedu ke dalam saluran pencernaan.

Meski penyakit kandung empedu jarang menunjukkan gejala, pada keadaan memburuk bisa menyiksa. Jika seseorang sudah mengidap batu empedu, gejala yang mungkin timbul adalah serangan ketika makan berlemak tinggi. Batu yang menghambat aliran empedu akan menimbulkan sakit yang akut pada sebelah kanan atas perut dan mengarah ke punggung, antara bahu dan ke dada depan.

Menurut sebuah riset terbaru di Amerika Serikat, pembentukan batu empedu sebenarnya dapat ditekan dengan konsumsi makanan yang mengandung magnesium. Jenis makanan yang kaya magnesium di antaranya adalah ikan, kacang almon kering, bayam, alpukat, pisang, kismis dan kacang mede.

Adalah Dr. Chung-Jyi Tsai dan rekannya dari University of Kentucky Medical Center di Lexington yang mempublikasikan sebuah penelitian tentang peran magnesium menekan risiko pembentukan batu empadu. Seperti yang dimuat American Journal of Gastroenterology, Dr. Chung-Jyi Tsai mencatat bahwa konsumsi magnesium dalam beberapa tahun terakhir relatif menurun akibat pengolahan makanan yang terlalu lama.

Kurangnya magnesium sudah sejak lama dikenal dapat meningkatkan kadar trigliserida serta menurunkan kolesterol baik (HDL) dalam darah, yang mana keduanya memicu risiko pembentukan batu empedu. Namun begitu, hingga saat ini pengaruh atau dampak jangka panjang magnesium terhadap risiko pembentukan batu empedu pada manusia belum diketahui mendalam.

Oleh sebab itulah, Tsai beserta timnya melakukan riset dengan cara menganalisa data 42.705 pria berusia antara 40 hingga 75 tahun. Para pria ini dipantau perkembangannya dari tahun 986 hingga 2002 dan mereka juga disurvei setiap dua tahun untuk mengetahui kasus penyakit baru, termasuk penyakit kantung empedu. Para peneliti mengumpulkan informasi soal asupan magnesium melalui sebuah kuisioner semikuantitatif yang dikirim kepada para partisipan setiap empat tahun. Selama masa pemantauan, para peneliti mencatat sekitar 2195 pria didiagnosa penyakit batu empedu.

Hasil riset menunjukkan, partisipan yang memperoleh asupan magnesium tertinggi mengalami penurunan risiko batu empedu hingga 33 persen ketimbang mereka yang mendapat asupan magnesium paling rendah. Penurunan risiko juga terlihat ketika peneliti hanya mempertimbangkan asupan makanan mengandung magnesium tanpa pemberian suplemen.

“Dari banyak riset, tampak bahwa pola makan sehat, yang mengutamakan sayuran, serat, karbohidrat kompleks dan juga asupan magnesium, akan menurunkan risiko batu empedu simtomatik. Pola makan yang sehat juga dapat membantu seseorang dalam mencegah penyakit selain batu empedu ,” ungkap Dr. Cynthia W. Ko, dari Universitas Washington di Seattle, dalam sebuah editorial menanggapi temuan ini.

Sumber: kompas.com

Labels:

Wednesday, March 19, 2008

Mengatasi Batu Empedu dengan Herbal

Oleh : Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma

Kandung empedu adalah salah satu organ tubuh yang kecil dan berotot yang berbentuk kantong tempat menyimpan cairan empedu yang merupakan campuran dari asam-asam, garam kalsium, pigmen bilirubin dan kolesterol. Kandung empedu pada malam hari akan diisi dengan empedu yang dihasilkan oleh hati, dan akan dikeluarkan pada pagi harinya ketika sarapan. Kandung empedu dapat mengalami gangguan, yang paling sering terjadi adalah pembentukan batu. Selain di kandung empedu, kadang-kadang batu (calculi) dapat juga terbentuk dalam saluran empedu tetapi jarang terjadi.

Batu empedu disebabkan karena oleh perubahan secara kimiawi pada empedu seseorang. Batu empedu kebanyakan terbentuk dari kolesterol yang larut dalam empedu. Selain itu dapat juga terbentuk dari campuran kolesterol dan bilirubin (pigmen empedu), atau campuran kalsium dan bilirubin. Faktor lain terjadinya pembentukan batu empedu adalah adanya unsur-unsur yang mempermudah terjadinya kristalisasi. Terbentuknya batu biasanya karena empedu terlalu lama di simpan dalam kantung empedu, kemudian batu tersebut dapat berjalan ke saluran empedu dan menyangkut di sana.

Bentuk dan ukuran batu empedu bermacam-macam. Batu empedu yang terbentuk dari kristal kolesterol berwarna kuning dan mengkilat. Batu yang terbentuk dari pigmen bilirubin biasanya berwarna hitam dan keras atau berwarna coklat tua tetapi rapuh. Ukuran batu empedu rata-rata berdiameter sekitar 1-2 cm.

Batu empedu yang tinggal diam tidak menimbulkan gejala apa-apa. Namun apabila batu tersebut menyumbat saluran empedu atau mengakibatkan peradangan pada kantung empedu akan menimbulkan serangan hebat yang sakit sekali. Gejala yang biasa ditimbulkan antara lain dimulai dengan nyeri akut yang hebat pada bagian atas kanan perut yang menjalar ke punggung. Umumnya serangan batu empedu sering timbul pada malam hari atau sesudah makan terutama sewaktu mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi. Makanan yang mengandung lemak tersebut dapat memicu hormon menstimulasi kantong empedu sehingga berkontraksi dan memaksa empedu yang tersimpan di dalamnya keluar dan masuk usus halus. Namun karena ada batu yang menghambat aliran empedu, kantung empedu berkontraksi dengan kuat sehingga timbul rasa nyeri yang hebat. Gejala lainnya yaitu gangguan pencernaan, mual, muntah, gas dalam perut, sendawa, kolik, berkeringat, kedinginan, suhu badan agak tinggi dan feses berwarna coklat. Batu yang terdapat pada saluran empedu dapat menyumbat dan menghambat aliran empedu sehingga dapat menyebabkan penyakit kuning dan memungkin infeksi menjalar ke hati. Pecahan batu empedu dapat menyebabkan iritasi pada dinding kandung empedu dan saluran empedu sehingga terjadi infeksi dan peradangan.

Penyakit batu empedu lebih sering diderita oleh wanita sampai pada usia 50 tahun. Di atas usia tersebut, pria dan wanita mempunya risiko yang sama untuk menderita batu empedu. Semakin bertambahnya usia semakin besar kemungkinan orang untuk terserang batu empedu. Wanita yang mengalami lebih dari 2 kali kehamilan juga mempunyai risiko yang lebih tinggi terkena batu empedu.

Diet yang harus diperhatikan oleh penderita batu empedu antara lain yaitu :

  • Mengurangi makanan berlemak untuk mencegah serangan,
  • Hindari makanan yang digoreng, daging kambing, daging babi, bumbu-bumbu yang merangsang serta makanan yang kadar gulanya tinggi.
  • Hindari makanan yang menimbulkan gas seperti kol, sawi, lobak, ketimun, ubi, nangka, durian serta minuman yang mengandung soda dan alkohol
  • Minum jus apel dan lemon secara teratur.

Jenis herbal/tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk terapi pengobatan batu empedu diantaranya mempunyai khasiat membantu menghancurkan batu kandung empedu, antiradang (anti-inflamasi), membantu meredakan rasa sakit (analgetik), menurunkan panas (antipiretik). Bebeberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk terapi pengobatan batu empedu antara lain :
1. Kejibeling (Strobilanthes crispus Bl.)
2. Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus Miq.)
3. Daun Sendok (Plantago mayor L.)
4. Tempuyung (Sonchus arvensis L.)
5. Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.)
6. Tongkol dan rambut jagung (Zea mays L.)
7. Kunyit (Curcuma longa L.)
8. Gempur batu (Borreria hispida Schum.)

Berikut ini beberapa contoh resep herbal yang dapat digunakan untuk membantu pengobatan batu empedu :
Resep 1.
30 gram daun kejibeling segar + 15 gram daun ungu segar + 100 gram rambut jagung, dicuci dan direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

Resep 2.
30 gram daun kumis kucing kering atau 60 gram segar + 7 tongkol jagung muda yang belum ada bijinya + 30 gram kunyit (dipotong-potong), dicuci dan direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

Resep 3.
30 gram daun tempuyung segar + 30 gram daun sendok segar + 15 gram daun sambiloto segar, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali minum 200 cc.

Catatan :
- pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. disarankan untuk tetap konsultasi ke dokter.
- Untuk perebusan gunakan periuk tanah, panci enamel, atau panci pyrex.
- Apabila menggunakan bahan/herbal kering gunakan separuh dari bahan segar ( misal 30 gram daun sendok segar = 15 gram daun sendok kering)http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/images/elements/_spacer.gif

Labels:

Tuesday, March 18, 2008

Resep Herbal Untuk Hepatitis

Sebelum mengetahui obat herbal untuk hepatitis. Sebaiknya kita mengenal dan tahu dulu apa itu hepatitis. Disini saya mencoba menjelaskan seluk beluk hepatitis.
Istilah "Hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).

Hepatitis A
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.
Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.

Hepatitis B
Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
Mengenai hepatitis C akan kita bahas pada kesempatan lain.

Hepatitis D
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.

Hepatitis E
Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.

Hepatitis F
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

Hepatitis G
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik. Semoga pengetahuan ini bisa berguna bagi Anda dan dapat Anda teruskan kepada saudara ataupun teman Anda.

Mencegah Kanker Hati
KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.
Penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C sering dialami penduduk Indonesia. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.
Gejala Hepatitis C biasanya lebih ringan dibandingkan dengan Hepatitis A atau B. Setelah terserang Hepatitis A pada umumnya penderita sembuh secara sempurna, tidak ada yang menjadi kronik. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.
Pada Hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak. Sebagian penderita Hepatitis C kronik akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati. Begitu pula pada penderita Hepatitis C hanya sebagian yang menjadi kanker hati. Biasanya diperlukan waktu 17 sampai dengan 20 tahun seorang yang menderita Hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.
Sekarang memang ada obat baru untuk Hepatitis B yang disebut lamivudin. Obat ini berupa tablet yang dimakan sekali sehari. Sedangkan jika diperlukan pengobatan untuk Hepatitis C tersedia obat Interferon (suntikan) dan Ribavirin (kapsul). Namun penggunaan obat-obat tersebut memerlukan pengawasan dokter.
Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi.
Anti HCV negatif artinya Anda belum pernah terinfeksi Hepatitis C. Sampai sekarang ini belum ada vaksin untuk Hepatitis C sehingga Anda dianjurkan agar berhati-hati sehingga tidak tertular Hepatitis C. Jadi hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hati adalah dengan imunisasi Hepatitis B. Ini telah dibuktikan di banyak negara. Ternyata, negara-negara yang mempunyai program imunisasi Hepatitis B yang baik kekerapan kanker hati menurun dengan nyata. Mudah-mudahan masyarakat kitapun peduli terhadap imunisasi Hepatitis B ini.

Setelah kita tahu tentang hepatitis, berikut contoh beberapa resep herbal untuk membantu pengobatan hepatitis:

Resep 1.
30 gram temu lawak (dikupas dan diris-iris) + 15 gram sambiloto kering + 60 gram akar alang-alang. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.
Resep 2.
30-60 gram daun serut/mirten segar + 60 gram pegagan + 30 gram meniran. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.
Resep 3.
10 gram jamur kayu/lingzhi + 10 gram biji kacapiring (zhi zi), keduanya dicuci, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari. (kedua bahan dapat dibeli di toko obat Tionghoa)
Resep 4.
60 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular segar + 30 gram tumbuhan jombang segar + 25 gram kunyit. dicuci bersih, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.

Catatan :
- pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur
- tetap konsultasi ke dokter
- untuk perebusan, gunakan periuk tanah, panci kaca atau enamel.


Disadur dari beberapa sumber

Labels:

Terimakasih telah berkunjung di blog sederhana ini.... - Semoga bermanfaat..... ^_^