tyasblog

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Saturday, April 23, 2011

Berharap Pasangan Yang Sempurna

Allah telah memberikan modal dasar agar kita dapat membangun keluarga kita menjadi keluarga sakinah, yaitu ditupkannya rasa kasih dan sayang. Selanjutnya kita sendirilah yang memupuk dan merawat kasih dan sayang itu agar tidak menciderai perjalanan dalam membina rumah tangga. Salah satu yang dapat membuat kasih sayang suami istri menjadi terkoyak adalah 'berharap kesempurnaan pada pasangan.' Ada ungkapan 'dimana tak ada cinta yang mendalam, takkan ada kekecewaan yang mendalam.' Begitulah masa sebelum ijab kabul dilangsungkan atau saat awal pernikahan, ketika cinta hadir memenuhi ruang hati, suami atau istri memandang pasangan hidupnya begitu teramat sempurna, tanpa noda & cela karena kita tenggelam dalam bayangan indah bukan apa yang sebenarnya kita lihat sebuah kenyataan yang ada didepan mata kita.

Seiring waktu noda dan cela nampak terlihat, api cinta mulai meredup, masing2 pasangan tak menyadari kondisi yang tengah dialaminya. Kesempurnaan pasangan tetap menjadi fokus keinginan. Tenggelam dalam bayangan indah. Terbuai dalam impian. Padahal diawal pernikahanpun pasangan kita memang tidaklah sempurna, karena memang tidak ada manusia yang sempurna. Dalam pengertian, pasangan kita bukanlah sosok yang bisa memenuhi semua apa yang kita inginkan. Jadi, akar permasalahannya adalah bukan penurunan kualitas kesempurnaan pasangan kita tetapi rasa cinta yang tidak lagi menggebu seperti dulu. Karena itulah, berharap pasangan yang sempurna hanya akan membuat kasih sayang yang sudah terjalin menjadi terkoyak. Ketika kita menuntut pasangan hidup kita untuk sempurna maka nampak adalah berbagai ketidaksempurnaan ada didepan mata kita.

Ada nasehat yang baik dari Imam Syafii bila anda berharap pasangan yang sempurna, 'Jika kita membayangkan pasangan yang sempurna tetapi kita menikah dengan pasangan yang tidak sempurna dan kita berharap kesempurnaan, maka pilihannya hanya ada dua. Pertama, hapuskan saja bayangan kesempurnaan itu dan terimalah pasangan kita sebagaimana adanya atau campakkanlah pasangan anda dan terimalah bayangan kesempurnaan itu sebagai pasangan hidup anda.'

'Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir' (QS. Ruum :21).


Sumber: Mukjizat Sholat dan Doa

Labels:

Sunday, December 05, 2010

Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak

Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana disekitar mereka.

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,

“Nak, apakah benda itu?”

“Burung gagak”, jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat,

“Itu burung gagak, Ayah!”

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.

Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,

“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.

Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah,

“Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.

“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan????Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan.

Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.

“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah.

Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.

“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya,

“Ayah, apa itu?”

Dan aku menjawab,

“Burung gagak.”

Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.

“Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.” Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,

“Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta marah.”

Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.

PESAN:Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka.Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.Kita sudah banyak mempelajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti kepada kedua orangtua.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita apalagi diamalkan???

Ingat! ingat! Banyak ilmu bukanlah kunci masuk syurganya Allah.

SEBARKAN ke teman anda jika menurut anda catatan ini bermanfaat….

Author : PercikanIman.org

Shared : Kisah Penuh Hikmah

Labels:

Thursday, December 02, 2010

Memohon Nafkah

Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. Ia merasa bingung. Sudah banyak cara telah ia tempuh, namun rezeki masih tetap sulit ia cari.

Kata orang, rezeki itu bisa datang sendiri, apalagi kalau sudah menikah. Buktinya, sudah 3 tahun ia menikah dan dikarunia dua orang anak, ia masih tetap hidup luntang-lantung tak menentu.

Benar, keluarganya tidak pernah kelaparan sebab tidak ada makanan. Namun kalau terus-terusan hidup kepepet dan tidak punya pekerjaan, rasanya tidak ada kebanggaan diri.

Ia pun datang kepada Kyai Ahmad untuk minta sumbang saran. Kalau boleh sekaligus minta do’a dan pekerjaan darinya. Terus terang, ia sendiri kagum dengan sosok Kyai Ahmad yang amat bersahaja. Tidak banyak yang ia kerjakan, namun dengan anak 9 orang, sepertinya mustahil bila ia tidak pusing memikirkan nafkah keluarga. Tapi nyatanya, sampai sekarang Kyai Ahmad tetap sumringah di mata Fadlan. Tidak pernah ia lihat yai Ahmad bermuka muram seperti dirinya. Makanya hari itu, Fadlan datang untuk meminta nasehat kyai tersebut.

“Hidup ini adalah adegan. Kita hanya wayang, sementara dalangnya adalah Gusti Allah! Jadi, manusia itu hidup karena disuruh ‘manggung’ oleh Dalangnya!” Kyai Ahmad membuka penjelasan dengan sebuah ilustrasi ringan.

“Gak mungkin… kalau wayang itu manggung sendiri. Pasti, ia dimainkan oleh Dalang. Sementara selama di panggung, pasti Dalang akan memperhatikan nasib wayang itu! Begitu juga manusia… gak mungkin dia hidup di dunia, tanpa diperhatikan segala kebutuhannya oleh Gusti Allah! Sudah paham belum kamu, Fadhlan?!” Kyai Ahmad mengakhiri penjelasannya dengan sebuah pertanyaan.

“Tapi pak kyai…, kalau Gusti Allah benar menjamin hidup hamba-Nya… kenapa hidup saya seperti sia-sia begini ya… nyari nafkah saja kok susah!” Fadlan menyampaikan keluhnya.

“Oh… itu karena kamu belum datang kepada Gusti Allah. Kalau kamu datang kepada Gusti Allah, hidupmu gak bakal sia-sia!” Kyai Ahmad menambahkan. Fadhlan belum mengerti betul apa maksud sebenarnya dari kata ‘datang kepada Allah’, ia pun menanyakan gambaran kongkrit tentang hal itu kepada Kyai Ahmad.

Dengan santai Kyai Ahmad menjelaskan, “Fadlan…, semua masalah di dunia ini bakal selesai asal kita datang kepada Allah. Banyak di dunia ini orang yang bermasalah, punya hutang segunung, rezeki sulit, ditimpa berbagai macam penyakit, kemiskinan, kelaparan dan lain-lain… Itu disebabkan karena mereka tidak datang kepada Allah. Kalau saja mereka datang kepada Allah, maka segala masalah mereka terselesaikan!”

“Apakah hanya sesederhana itu, pak Kyai?” Fadlan bertanya dengan nada penasaran.

“Ya, hanya sesederhana itu!” Pak kyai menegaskan.

Pak Kyai bercerita, “Pernah terjadi di Rusia di sebuah negeri yang terkenal atheis, seorang pria pergi ke tukang cukur. Saat rambutnya dicukur, ia terserang kantuk. Kepalanya mulai mengangguk-angguk karena kantuk. Tukang cukur merasa kesal, namun untuk membangunkan pelanggannya, si tukang cukur mulai bicara:

‘Pak, apakah bapak termasuk orang yang percaya tentang adanya Tuhan?’

Pelanggan menjawab, ‘Ya, saya percaya adanya Tuhan!’

Agar pembicaraan tak terhenti, si tukang cukur menimpali, ‘Saya termasuk orang yang tidak percaya kepada Tuhan!’

‘Apa alasanmu?’ pelanggan melempar tanya.

‘Kalau benar di dunia ini ada Tuhan, dan sifat-Nya adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, menurut saya tidak mungkin di dunia ada orang yang punya banyak masalah, terlilit hutang, terserang penyakit, kelaparan, kemiskinan dan lain-lain. Ini khan bukti sederhana bahwa di dunia ini tidak ada Tuhan!’ tukang cukur berbicara dengan cukup lantang.

Si pelanggan terdiam. Dalam hati, ia berpikir keras mencari jawaban. Namun sayang, sampai cukuran selesai pun ia tetap tidak menemukan jawaban. Maka pembicaraan pun terhenti.

Sementara si tukang cukur tersenyum sinis, seolah ia telah memenangkan perdebatan.

Akhirnya, saat cukuran itu selesai, si pelanggan bangkit dari kursi dan ia berikan ongkos yang cukup atas jasa cukuran. Tak lupa, ia berterima kasih dan pamit untuk meninggalkan tempat. Namun dalam langkahnya, ia masih tetap mencari jawaban atas perdebatan kecil yang baru ia jalani.

Saat berdiri di depan pintu barber shop, ia tarik tungkai pintu kemudian hendak melangkahkan kakinya keluar…. saat itu Allah Swt mengirimkan jawaban padanya. Matanya tertumbuk pada seorang pria gila yang berparas awut-awutan. Rambut panjang tak terurus, janggut lebat berantakan.

Demi melihat hal sedemikian, pintu barber shop yang tadi telah ia buka maka ditutup kembali. Ia pun datang lagi kepada tukang cukur dan berkata, ‘Pak, menurut saya yang tidak ada di dunia ini adalah TUKANG CUKUR!’ Merasa aneh dengan pernyataan itu, tukang cukur balik bertanya, ‘Bagaimana bisa Anda berkata demikian. Padahal baru saja rambut Anda saya pangkas!’

‘Begini pak, di jalan saya dapati ada orang yang kurang waras. Rambutnya panjang tak terurus, janggutnya pun lebat berantakan. Kalau benar di dunia ini ada tukang cukur, rasanya tidak mungkin ada pria yang berperawakan seperti itu!’ si pelanggan menyampaikan penjelasannya.

Tukang cukur tersenyum, sejenak kemudian dengan enteng ia berkata, ‘Pak… bukan Tukang Cukur yang tidak ada di dunia ini. Masalah sebenarnya adalah pria gila yang Anda ceritakan tidak mau hadir dan datang ke sini, ke tempat saya… Andai dia datang, maka rambut dan janggutnya akan saya rapihkan sehingga ia tidak berperawakan sedemikian!’

Tiba-tiba si pelanggan meledakkan suara, ‘Naaaahhhh…. itu dia jawabannya. Rupanya Anda juga telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang Anda lontarkan!’ ‘Apa maksudmu?’ si tukang cukur tidak mengerti dengan pernyataan pelanggannya. ‘Anda khan bilang bahwa di dunia ini banyak manusia yang punya masalah. Kalau saja mereka datang kepada Tuhan, pastilah masalah mereka akan terselesaikan. Persis sama kejadiannya bila pria gila tadi datang kemari dan mencukurkan rambutnya kepada Anda!’”

Kyai Ahmad mengakhiri kisah yang ia sampaikan. Terlihat Fadlan menganggukkan kepala tanda mengerti.

“Jadi…, kamu hanya tinggal memohon saja apa yang kamu inginkan kepada Allah Swt., pasti Allah bakal berikan apa yang kamu pinta!” Kyai Ahmad berkata memberi garansi. Fadlan sudah mulai yakin, tapi ia masih mengejar dengan satu pertanyaan, “Pak Kyai, saya sudah niat untuk datang dan semakin mengakrabkan diri kepada Allah. Tapi bagaimana caranya ya pak Kyai agar saya bisa memohon nafkah yang cukup kepada Allah?”

Kemudian Pak Kyai membacakan ayat dalam Al Qur’an:
“Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup, dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. QS. Ali Imran : 26-27

“Bacalah ayat itu sesering mungkin dan perbanyak doa memohon nafkah serta rezeki yang halal dari Allah Swt. Yakinlah bahwa Allah Swt akan senantiasa menjamin penghidupanmu dan keluarga!” Kyai Ahmad mengakhiri pembicaraan dengan memberi pesan.

Usai pembicaraan dengan Kyai Ahmad, Fadlan merasa yakin bila dirinya hendak mencari nafkah, maka cara termudah yang dapat ia kerjakan hanyalah dengan ‘Datang dan Memohon kepada Pemilik Nafkah!’

Fadlan telah meyakini hal ini.

Bagaimana dengan Anda?

Sumber: Cahaya Langit,Bobby Herwibowo
Shared By Kisah Penuh Hikmah

Labels:

Friday, December 18, 2009

MUTIARA HATI & CINTA MUHARRAM 1431 H

Dengan Semangat Muharram 1431 H, mari bertekad untuk menjadi lebih baik, bagi sahabat2 ingat lirik lagu dr Opick : Obat hati ada lima perkaranya, Yang pertama baca Quran dan maknanya, Yang kedua sholat malam dirikanlah, Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh, Yang keempat perbanyaklah berpuasa, Yang kelima dzikir malam perbanyaklah. Salahsatunya siapa bisa menjalani, Moga-moga Gusti Allah mencukupi.

Allah SWT berfirman yg artinya;“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit bumi dan gunung-gunung maka semuanya enggan utk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mu'min laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab:72-73)

“Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena berlaku adil itu lebih dekat kepada takwa” (Al Maidah:8)

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya” (Al Hadiid:7)

Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada iman bagi orang yg tidak ada amanat baginya.” Dan hadits tanda orang munafiq yg tiga “Apabila bicara ia bohong apabila berjanji ia menyalahi apabila diberi amanat ia berkhianat.”

Renungan :
Sesungguhnya perkara amanat adl sesuatu yg besar. Langit bumi dan gunung-gunung merasa khawatir dan takut utk memikulnya yg akhirnya dipikul oleh manusia. Demikianlah betapa manusia ini memikul amanat dimasing2 pundaknya yang bertujuan untuk orang-orang yg menunaikannya naik derajatnya ke derajat mu’minin muttaqin dan turun orang yg menyia-nyiakannya ke derajat paling rendah.

Sesungguhnya amanat itu ada didalam IBADAH dan MU'AMALAH. Adapun amanat didalam ibadah adl kita menunaikan dgn apa yg diwajibkan Allah kepada kita DENGAN IKHLAS kepada-Nya dan mengikuti Rasul-Nya SAW tanpa adanya penambahan dan pengurangan serta menjunjung tinggi segala perintah, menjauhi segala larangan sehingga kita takut kepada Allah SECARA SEMBUNYI dan TERANG-TERANGAN kita takut kepadaNya baik ketika dihadapan manusia atau dalam kesendirian, krn Allah MENGETAHUI KEDIPAN MATA dan APA YG DISEMBUNYIKAN HATI kita, lalu menyembah Allah seolah olah kamu melihat-Nya jika kamu tidak melihatnya maka SESUNGGUHNYA DIA MELIHAT KITA sehingga kita harus mengaplikasikan dua kaliamat syahadat mendirikan SHALAT menunaikan ZAKAT, PUASA ramadhan, BERHAJI ke baitullah dan ber’UMRAH dan kamu MENUNAIKAN APA YG DIWAJIBKAN KPD KITA dihadapan Tuhan krn INGIN MENDAPATKAN KERIDHAANNYA dan KARENA TAKUT MURKANYA. Maka siapa yg seperti itu maka sesungguhnya dia telah menunaikan amanat dihadapan Tuhannya dan mendapatkan keni’matan yg abadi dgn izin Allah.

amanat didalam mu’amalat maka ruang lingkupnya sangatlah banyak sebagiannya adl bahwa kamu ber-mu’amalah dgn manusia sebagaimana kamu menginginkan orang lain mempergaulimu seperti itu dari nasehat dan tutur kata dan kamu memelihara hak-hak mereka yg berhubungan dgn harta ataupun lainnya.

amanat juga ada dalam jual beli sewa-menyewa maka tidak boleh bagi PEDAGANG mengkhianati pembeli dgn mengurangi takaran atau timbangan atau menambah harga atau menyembunyikan aib atau menyamarkan aqad. PEMBELI pun tidak boleh mengkhianati penjual dgn mengurangi harga atau mengingkari tidak mau membayar hutang padahal dia mampu. Orang yg menyewakan juga tidak boleh mengkhianati penyewa denga cara mengurangi harga atau mengingkarinya atau suatu mu’amalah yg merugikan penyewa baik itu berupa rumah tempat alat atau yg ditempati.

amanat juga terdapat dalam perwakilan dan kekuasaan maka wajib atas wakil ini MELAKUKAN YG TERBAIK dan ia TDK BOLEH BERKHIAANAT KPD ORG YG MEWAKILKANNYA maka ia menjual barang milik muwakkil dalam perdagangannya lbh murah dari nilainya krn BERKOLUSI DGN PEMBELI. Atau ia membelikan barang utk muwakkil didalam pembeliannya lbh mahal dari harga semestinya krn BERKOLUSI DGN PENJUAL.

Dan didalam kekuasaan tiap orang yg berkuasa maka ia diberi amanat yg wajib ditunaikannya. Mereka wajib melakukan segala hal yg berhubungan dgn kekuasaan mereka dgn yg lbh baik utk kekuasaan mereka dan pada apa yg mereka diberi kekuasaan sebatas kemampuan mereka.Adapun sudah merasa tdk sanggup dan takut kepada Allah atas amanat yg selama ini, maka segera berikan amanat tersebut kpd org yg berhak memikulnya sehingga kita dijauhkan dari murka Allah atas kita.

Catatan :
Segala puji bagi Allah sebagai Maha Pemilik Hamparan Kerajaan Langit dan bumi serta isinya.Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adl utusan Allah. Ya Allah berilah rahmat dan kesejahteraaan atas hamba2-Mu ini dan rasul-Mu pemimpin kami Muhammad dan atas keluarganya dan shahabatnya sekalian.

Sesungguhnya tiap kita ditanya tentang apa yg ada dibawah tanggung jawabnya dan tiap orang dari kita telah memikul amanat kepemimpinan. Ibu dan bapak adl pemimpin dan anak-anak adl amanat dipundak keduanya dari sisi makanan pakaian pendidikan dan keadilan dalam mu’amalah dan pemberian. “Hai orang-orang yg beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” Istri istri adl amanat dipundak suaminya “Dan para wanita mempunyai hak yg seimbang dgn kewajibannya menurut cara yg ma’ruf.”

Dan sungguh Allah memuji orang-orang yg beriman krn bahwasanya mereka terhadapi amanat dan janji selalu memelihara. Allah SWT berfirman;“Hai orang-orang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yg dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui.”

Kata amanat mempunyai akar kata yang sama dengan kata iman dan aman, sehingga berarti beriman dan mendatangkan keamanan, juga memberi dan menerima amanat.

Dalam kehidupan sehari-hari, amanat Allah kepada manusia itu antara lain :1. Ilmu pengetahuan yang Allah berikan pada manusia. amanat berupa ilmu ini harus kita tunaikan dengan mengamalkan dan mengajarkannya pada orang lain. Rasulullah SAW mengecam keras orang yang berkhianat dalam hal ilmu tersebut. Beliau bersabda : “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu pengetahuan, lalu menyembunyikannya, niscaya dia akan dikekang di hari kiamat dengan kekangan yang terbuat dari api neraka.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)

2. Pekerjaan/usaha tempat kita mencari rizki adalah amanat Allah yang harus ditunaikan dan dipelihara sebaik-baiknya dengan menepati waktu dan menjaga kejujuran. Jadi menyia-nyiakan waktu dalam tugas kerja ialah khianat. Begitu juga korupsi, menyalahgunakan jabatan, manipulasi data dan sebagainya adalah khianat. Kalau semua pegawai jujur di dalam menunaikan amanat mereka, pastilah suatu bangsa akan maju pesat dan rencana pembangunan akan berjalan lancar sehingga target yang telah ditentukan akan mudah tercapai.

3. Isteri atau suami adalah amanat Allah, oleh karena itu masing-masing harus memelihara satu sama lain. Suami harus memelihara hak-hak isteri, seperti memberinya nafkah dan membimbing agamanya. Sebaliknya isteri harus memelihara hak-hak suami, seperti mentaati dan melayani sebaik-baiknya.

4. Anak yang telah dikaruniakan Allah pada kita adalah amanat. Untuk memelihara amanat ini orangtua harus menunaikan hak-hak anak dengan sebaik-baiknya. Abul Hasan meriwayatkan bahwa suatu hari seseorang bertanya pada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, apakah hak anakku terhadapku?” Nabi menjawab, “Engkau baguskan nama dan pendidikannya, lalu kau tempatkan ia di tempat yang baik”.

5. Harta, rumah, pakaian dan semua yang Allah izinkan untuk kita adalah amanat. Semuanya harus kita tunaikan haknya dengan dikeluarkan sedekah dan zakatnya serta kita rawat dan pelihara dengan baik.

Apabila semua amanat tersebut kita tunaikan maka kita akan memperoleh kekayaan rohani yang tak ternilai banyaknya. Rasulullah SAW bersabda : “Empat perkara yang jika engkau pelihara baik-baik, kayalah engkau walaupun banyak kemegahan dunia yang tidak engkau capai, yaitu Memelihara amanat, Berkata jujur, Perangai yang baik, Mengendalikan kerakusan makan.” (HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr).

Mengapa mekanisme kontrol saling mengingatkan adalah penting? Mengapa tidak cukup dengan iman dan amal soleh saja? Karena iman adalah masalah personal yang tidak bisa diukur dan dikontrol dari luar. Kita malah tidak boleh menilai iman orang lain. Itu bukan wewenang kita. Nabi mengatakan, “Aku tidaklah diutus untuk membelah dada manusia”.

Sahabat2 yg dimuliakan Allah SWT, marilah kita mulai bertekad dengan semangat muharram ini untuk membaguskan "isi buku amalan" kita kedepan dgn menjalankn segala amanat yg kita pikul.Ingat semua yg kita miliki adalah wajib kita jaga sebaik-baiknya akan tetapi bukan kepemilkan mutlak, berbuat baiklah untuk ridha dan ikhlas kepada saudara2 kita yg lebih membutuhkan dari apa yg kita miliki, semakin besar "keran rizki" yg Allah beri akan menjadikan kita lebih mudah untuk ber-amal "membuka keran" lebih yg bermanfaat bukan berarti sebaliknya.Adapun saat sempit tdk mengurangi amal kita melainkn semampunya, sehingga bisa beramal baik dlm keadaan cukup atau sempit.InsyaAllah itu lebih baik dan amanat atas apa yg kita usahakan, karena bukanlah semata2 apa yg kita ikhtiarkn atas jerih payah kita saja, tp disitu ada maha kuasa yg mengatur untuk kita.Berbagi kasih sayangNya jadilah dermawan dgn ilmu dan harta.


Sumber: Artikel Pilhan MHC dari khutbah Syekh Marzuki Salim di Masjid Ar-Rahmah - Mekkah Mukarramah dn seorang ikhwan bloger, semoga Allah memberi rahmat yg sempurna baginya.Amin

Labels:

Terimakasih telah berkunjung di blog sederhana ini.... - Semoga bermanfaat..... ^_^